Praktikum kuliah kerja lapangan Mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam

Pada pukul 6 pagi mahasiswa semester enam prodi SPI berkumpul di halaman kantor fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah untuk persiapan menuju lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan. Kegiatan yang didampingi oleh dua orang dosen pembimbing serta ketua prodi SPI ini akan bertolak menuju Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin. Kegiatan KKL berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 27-29 Maret 2021 dengan agenda menelusuri tempat serta situs sejarah yang bernuansa islami di wilayah kota Banjarmasin. Perjalanan menuju Palangka Raya menuju Banjarmasin memakan waktu sekitar enam jam, ditambah dengan adanya kemacetan yang ditimbulkan oleh perbaikan jembatan, akhirnya baru pada pukul 14.00 rombongan KKL bisa sampai di tempat kunjungan pertama, masjid Jami Sungai Jingah.

Sesampaianya di masjid Jami, mahasiswa beserta dosen bergegas melaksanakan shalat Dzuhur. Selesai shalat, penelusuran dimulai dengan mengamati arsitektur bangunan masjid yang telah berdiri sekitar 300 tahun yang lalu ini. Sembari mengamati masjid, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan tentang masjid dari Ir. Masdani yang merupakan ketua pemeliharaan masjid selama 15 tahun terakhir. Selain memberikan info mengenai sejarah masjid, dengan sabar beliau juga menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa yang sangat antusias.

Tempat berikutnya yang dikunjungi adalah makam pangeran Antasari. Makam pangeran Antasari terletak di daerah Malkontemon. Di area makam tersebut, tidak hanya makam pangeran yang telah mendapat gelar pahlawan dari pemerintah Indonesia ini, tetapi juga ada makam Ratu Antasari dan panglima Batur. Di bagian kiri makam Pangeran Antasari, terdapat papan keterangan yang memberikan penjelasan ringkas tentang pangeran antasari.

Tujuan berikutnya yaitu Masjid Sultan Suriansyah yang terletak di jalan kuin utara. Selama berkeliling masjid, mahasiswa ditemani oleh pihak pengurus Masjid yang memberikan berbagai informasi seputar bangunan, dari sejarah berdirinya masjid hingga filosofi dari arsitektur dan pernak pernik masjid.

Panas teriknya matahari di halaman luar masjid saat itu tidak menjadi kendala bagi mahasiswa yang sedang bersemangat untuk mendapatkan informasi dari pemandu, mereka mencatat serta merekam semua informasi tersebut.

Hari berikutnya, rombongan KKL kemudian mendatangi makam sultan Suriansyah. Makam sultan Suriansyah lebih pada area kompleks pemakaman beberapa raja Banjar serta tokoh ulama yang berpengaruh di kerajaan Banjar. Saat itu area makam nampak agak ramai dikunjungi oleh peziarah lainnya, namun rombongan tetap berupaya untuk menjaga jarak aman. Sebagaimana adab dalam mengunjungi makam, mahasiswa bersama-sama membacakan doa-doa sebagai wujud penghormatan. Seusai berdoa, mahasiswa kemudian mendengarkan informasi dari tetua penjaga makam terkait dengan keberadaan makam serta secara ringkas tentang sejarah kerajaan banjar.

Pada hari terakhir di Banjarmasin sebelum berangkat menuju Palangka Raya, rombongan KKL mengunjungi museum wasaka, rumah Uno serta berwisata menyusuri sungai Martapura.

Kegiatan KKL pada tahun ini, panitia sengaja untuk tidak terlalu memadatkan jadwal kunjungan, agar mahasiswa tidak terlalu lelah sehingga akhirnya jatuh sakit. Kesehatan serta keamanan  bagi setiap orang dalam menjalani kegiatan KKL  menjadi hal yang diutamakan, terlebih di masa Pandemi ini.  

Uncategorized