Meriahkan Hari Pahlawan, HMPS SPI Adakan Diskusi Online ke-2

Meriahkan Hari Pahlawan, HMPS SPI Adakan Diskusi Online ke-2

HMPS SPI mengadakan diskusi online mahasiswa dengan tema “Bersiap Tjid: Periode Kacau Balau & Pembantaian Pasca Indonesia Merdeka” yang dilaksanakan secara online melalui Live via Instagram @hmpsspi_iainpky pada Selasa, (10/11/20).

Rizky Abdul Rahman Sekretaris HMPS SPI yang juga  memoderatori diskusi tersebut mengatakan bahwa pada tanggal 10 November sendiri bertepatan hari Pahlawan ada suatu tragedi yang tidak familiar diketahui sehingga hal ini yang menjadi sangat menarik untuk dibahas yang belum dibahas pada buku sejarah maupun buku kewarganegaraan yang ada di sekolah, sehingga kawan-kawan Prodi dan HMPS SPI tertarik untuk mendiskusikan hal tersebut.

“adapun tema diskusi yang dilakukan pada saat bertepatan pada 10 November yaitu hari Pahlawan sebenarnya tentang periode bersiap Tjid adalah sebuah  periode yang dinamakan oleh Belanda yang mana periode ini adalah sebuah periode pasca revolusi kemerdekaan itu sendiri. Jadi untuk menggambarkan pada saat itu maka diberikan nama oleh Belanda sebagai periode bersiap. Adapun pada saat itu Belanda menggambarkan bahwa terjadi karena tidak familiar dibahas. Hal ini guna menunjukkan bahwa pahlawan yang dianggap pahlawan itu juga seorang manusia artinya ia bisa saja melakukan kesalahan ataupun kebaikan seperti dalam gambaran juga bahwa sejarah tidak hanya bertuliskan sebagai hitam diatas putih bahwa ada terlebih pada periode bersiap ini ada kekerasan semenjak setelah Indonesia merdeka. Jadi proses panjang setelah Indonesia merdeka tidak langsung seperti sekarang.” Ungkap Rizky sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Rizky Abdul Rahman menambahkan juga dengan melihat realita bahwa sejarah benar ditulis oleh sejarah dengan mengangkat isu tentang apa yang terjadi pada saat itu menggambarkan sebagai sudut pandang sejarah itu sendiri sehingga tidak dipandang secara subjektif dan tidak ada doktrinisasi. Hal itu memanng dilakukan murni ingin mengatakan realita yang sebenar-benarnya.

“karena memang ini peristiwa sejarah bertepatan dengan hari pahlawan, itu hal yang tepat untuk membahas bersiap Tjid kemudian selain itu kita belajar dari itu bahwa tentang tokoh yang sering jadi poster-poster waktu di hari pahlawan biasanya seperti Bung Tomo yang selalu muncul dan ternyata banyak yang tidak diketahui bahwa Bung Tomo itu tidak ikut pada peristiwa 10 November tersebut malah ia tidak berada di Surabaya dan mungkin berada di Malang. Hal ini lah yang perlu diluruskan yang mungkin mata pelajaran di sekolah tidak memandang subjektif aja perlu dari berbagai sudut pandang memang mungkin sejarah murninya seperti itu.” Tutupnya.

Uncategorized